"WARMNESS ON THE SOUL"
]Your hazel green tint eyes watching every move I make.
And that feeling of doubt, it's erased.
I'll never feel alone again with you by my side.
You're the one, and in you I confide.
And we have gone through good and bad times.
But your unconditional love was always on my mind.
You've been there from the start for me.
And your love's always been true as can be.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
And we have gone through good and bad times.
But your unconditional love was always on my mind.
You've been there from the start for me.
And your love's always been true as can be.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
]Your hazel green tint eyes watching every move I make.
And that feeling of doubt, it's erased.
I'll never feel alone again with you by my side.
You're the one, and in you I confide.
And we have gone through good and bad times.
But your unconditional love was always on my mind.
You've been there from the start for me.
And your love's always been true as can be.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
And we have gone through good and bad times.
But your unconditional love was always on my mind.
You've been there from the start for me.
And your love's always been true as can be.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
I give my heart to you.
I give my heart, cause nothing can compare in this world to you.
Pengertian Wi-Fi
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
• 802.11a
• 802.11b
• 802.11g
• 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
• Channel 1 - 2,412 MHz;
• Channel 2 - 2,417 MHz;
• Channel 3 - 2,422 MHz;
• Channel 4 - 2,427 MHz;
• Channel 5 - 2,432 MHz;
• Channel 6 - 2,437 MHz;
• Channel 7 - 2,442 MHz;
• Channel 8 - 2,447 MHz;
• Channel 9 - 2,452 MHz;
• Channel 10 - 2,457 MHz;
• Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
• 802.11a
• 802.11b
• 802.11g
• 802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
• Channel 1 - 2,412 MHz;
• Channel 2 - 2,417 MHz;
• Channel 3 - 2,422 MHz;
• Channel 4 - 2,427 MHz;
• Channel 5 - 2,432 MHz;
• Channel 6 - 2,437 MHz;
• Channel 7 - 2,442 MHz;
• Channel 8 - 2,447 MHz;
• Channel 9 - 2,452 MHz;
• Channel 10 - 2,457 MHz;
• Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002
Penyambungan WiFi
Teknik penyambungan USB WiFi di Windows, tidak berbeda dengan teknik penyambungan peralatan Wireless & LAN yang ada di Windows. Sebagian USB Wifi memberikan software tambahan, tapi dengan software yang ada di Windows operasi penyambungan ke jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
Pada sistem operasi Windows, teknik penyambungan Wireless Network sebetulnya amat sangat sederhana sekali. Kita hanya perlu meng-klik Wireless Network Connection, bisa melalui Control Panel atau pada gambar dua komputer yang tersambung di pojok kanan bawah.
Melalui Wireless Network Connection kita dapat melakukan Site Survey melihat jaringan wireless mana saja yang beroperasi di frekuensi melalui menu View Wireless Networks. Di samping itu, juga dapat menset IP address, netmask dll melalui menu Properties. Praktis hanya dua hal tersebut yang perlu di gunakan untuk menyambungkan diri di jaringan Wireless melalui sistem operasi Windows.
Melalui View Wireless Networks kita dapat melakukan scanning frekuensi 2.4GHz untuk melihat nama / SSID dari Access Point yang beroperasi pada frekuensi 2.4GHz. Untuk menyambungkan diri (connect) atau memutuskan sambungan (disconnect) ke jaringan Wireless, kita dapat menekan tombol tersebut yang tersedia di sebelah kanan.
Jika kita telah tersambung dengan baik ke Access Point yang di maksud maka akan tampak pada layar informasi “connected” pada Access Point yang kita tuju.
Biasanya membutuhkan waktu beberapa lama sebelum kita tersambung ke sebuah Access Point. Dalam proses sambungan tersebut, jika pada jaringan Access Point terdapat DHCP server maka membutuhkan waktu beberapa lama untuk proses negosiasi untuk memperoleh IP address secara automatis,
Jika tidak ada DHCP server di jaringan, maka mau tidak mau kita harus menset IP address secara statik dan harus berkoordinasi dengan penyelenggara Access Point. Kebanyakan RT/RW-net tidak akan mengoperasikan DHCP server di jaringannya agar tidak ada orang yang dengan mudah mencuri bandwidth. Oleh karenanya, di jaringan RT/RW-net mau tidak mau pelanggan harus berkoordinasi dengan penyelenggara RT/RW-net untuk memperoleh IP address.
Pada sistem operasi Windows, teknik penyambungan Wireless Network sebetulnya amat sangat sederhana sekali. Kita hanya perlu meng-klik Wireless Network Connection, bisa melalui Control Panel atau pada gambar dua komputer yang tersambung di pojok kanan bawah.
Melalui Wireless Network Connection kita dapat melakukan Site Survey melihat jaringan wireless mana saja yang beroperasi di frekuensi melalui menu View Wireless Networks. Di samping itu, juga dapat menset IP address, netmask dll melalui menu Properties. Praktis hanya dua hal tersebut yang perlu di gunakan untuk menyambungkan diri di jaringan Wireless melalui sistem operasi Windows.
Melalui View Wireless Networks kita dapat melakukan scanning frekuensi 2.4GHz untuk melihat nama / SSID dari Access Point yang beroperasi pada frekuensi 2.4GHz. Untuk menyambungkan diri (connect) atau memutuskan sambungan (disconnect) ke jaringan Wireless, kita dapat menekan tombol tersebut yang tersedia di sebelah kanan.
Jika kita telah tersambung dengan baik ke Access Point yang di maksud maka akan tampak pada layar informasi “connected” pada Access Point yang kita tuju.
Biasanya membutuhkan waktu beberapa lama sebelum kita tersambung ke sebuah Access Point. Dalam proses sambungan tersebut, jika pada jaringan Access Point terdapat DHCP server maka membutuhkan waktu beberapa lama untuk proses negosiasi untuk memperoleh IP address secara automatis,
Jika tidak ada DHCP server di jaringan, maka mau tidak mau kita harus menset IP address secara statik dan harus berkoordinasi dengan penyelenggara Access Point. Kebanyakan RT/RW-net tidak akan mengoperasikan DHCP server di jaringannya agar tidak ada orang yang dengan mudah mencuri bandwidth. Oleh karenanya, di jaringan RT/RW-net mau tidak mau pelanggan harus berkoordinasi dengan penyelenggara RT/RW-net untuk memperoleh IP address.
Hubungan Wireless
Hubungan Wireless
Hubungan Wireless sama dengan hubungan leased lined. Perbdaannya terletak pada media yang digunakan. leased line menggunakan kabel telepon, maka Wireless menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan dan menerima datanya.
Pada umumnya, frekuensi gelombang yang digunakan di Indonesia berada pada rentang 2,4 Ghz dan 5,6 Ghz artinya dalam setiap detiknya pemancar gelombang tersebut akan memancarkan 2.400.000.000 sampai 5.600.000.000 gelombang.
Alat pemancar dan penerima gelombang berfungsi untuk menerima gelombang data dari jaringan internet, kemudian diteruskan ke komputer kita melalui router. Selain itu, alat pemancar ini juga berfungsi untuk memancarkan gelombang data dari komputer kita menuju jaringan internet melalui router. Oleh karna itu, keberadaan alat pemancar ini sangat penting dalam sistem hubungan Wireless. Tanpa alat pemancar ini, komputermu tidak dapat melakukan sambungan internet dengan sistem hubungan Wireless.
Hubungan Wireless sama dengan hubungan leased lined. Perbdaannya terletak pada media yang digunakan. leased line menggunakan kabel telepon, maka Wireless menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan dan menerima datanya.
Pada umumnya, frekuensi gelombang yang digunakan di Indonesia berada pada rentang 2,4 Ghz dan 5,6 Ghz artinya dalam setiap detiknya pemancar gelombang tersebut akan memancarkan 2.400.000.000 sampai 5.600.000.000 gelombang.
Alat pemancar dan penerima gelombang berfungsi untuk menerima gelombang data dari jaringan internet, kemudian diteruskan ke komputer kita melalui router. Selain itu, alat pemancar ini juga berfungsi untuk memancarkan gelombang data dari komputer kita menuju jaringan internet melalui router. Oleh karna itu, keberadaan alat pemancar ini sangat penting dalam sistem hubungan Wireless. Tanpa alat pemancar ini, komputermu tidak dapat melakukan sambungan internet dengan sistem hubungan Wireless.
Langganan:
Postingan (Atom)

